Laporan Aplikasi TIK Untuk Biologi

       LAPORAN APLIKASI KOMPUTER

LAJU TRANSPIRASI PADA TUMBUHAN

 

 

Disusun oleh:

1. Aprilia Fitri N                      (08008053)

2. Saryati                                 (11008060)

PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARTA

2012

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Transpirasi adalah hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan. Tumbuhan merupakan mahluk hidup yang tidak bergerak secara aktif melainkan gerakannya bersifat pasif. Tumbuhan memang tidak memiliki alat gerak seperti kaki dan tangan yang terdapat pada hewan dan manusia, tetapi organ-organ mereka sangatlah kompleks untuk dipelajari. Ada beberapa tumbuhan yang sudah sepenuhnya berkembang menjadi tumbuhan lengkap yang memiliki daun, akar, batang, bunga dan buah. Ada juga tumbuh-tumbuhan yang tidak memiliki beberapa organ-organ tersebut.

Namun, di setiap tumbuhan tersebut pasti ada jaringan pengangkutan terpenting yang terdiri dari xylem dan floem. Kedua jaringan tersebut berperan sangat penting bagi proses kehidupan sebuah tanaman dan berperan untuk mengambil air dari dalam tanah dan kemudian menyebarkannya ke seluruh bagian tanaman agar semua organ tanaman dapat berkembang secara maksimal. Proses ini yang dinamakan dengan transportasi pada tumbuhan.

Tumbuhan juga melakukan transpirasi, yaitu pelepasan dalam bentuk uap melalui stomata. Transpirasi ini merupakan salah satu mekanisme pengaturan fisiologi pada tumbuhan yang terkait dengan berbagai kondisi yang ada di tubuhnya dan lingkungan sekitarnya. Adanya transpirasi ini menyebabkan terjadinya aliran air yang berlangsung secara imbas dari akar, batang, dan daun. Aliran air tersebut akan ikut membantu proses penyerapan dan transportasi air tanah di dalam tubuh tumbuhan.

  1. Rumusan Masalah
    1. Bagaimana pengaruh suhu terhadap laju transpirasi tumbuhan?
    2. Bagaimana pengaruh angin terhadap laju transpirasi tumbuhan?
    3. Bagaimana pengaruh cahaya terhadap laju transpirasi tumbuhan?
  1. Tujuan
    1. Mengetahui pengaruh suhu terhadap laju transpirasi tumbuhan
    2. Mengetahui pengaruh angin terhadap laju transpirasi tumbuhan
    3. Mengetahui pengaruh cahaya terhadap laju transpirasi tumbuhan

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian Transpirasi

Transpirasi adalah proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari jaringan hidup tanaman yang terletak di atas permukaan tanah melewati stomata, lubang kutikula, dan lentisel. Transpirasi merupakan pengeluaran berupa uap H2O dan CO2, terjadi siang hari saat panas, melaui stomata (mulut daun) dan lentisel (celah batang). Transpirasi berlangsung melalui bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar, yaitu melalui pori-pori daun seperti stomata, lubang kutikula, dan lentisel oleh proses fisiologi tanaman.

Transpirasi adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke udara bebas (evaporasi). Jadi semakin cepat laju transpirasi berarti semakin cepat pengangkutan air dan zat hara terlarut, demikian pula sebaliknya. Alat untuk mengukur besarnya laju transpirasi melalui daun disebut fotometer atau transpirometer.

Transpirasi dalam tanaman atau terlepasnya air melalui kutikula hanya 5-10% dari jumlah air yang ditranspirasikan. Air sebagian besar menguap melalui stomata, sekitar 80% air ditranspirasikan berjalan melewati stomata, sehingga jumlah dan bentuk stomata sangat mempengaruhi laju transpirasi. Selain itu transpirasi juga terjadi melalui luka dan jaringan epidermis pada daun, batang, cabang, ranting, bunga, buah dan akar.

Tidak semua tumbuhan mengalami proses transpirasi. Sedangkan pada tumbuhan yang mengalami proses ini, transpirasi terkadang terjadi secara berlebihan sehingga mengakibatkan tumbuhan kehilangan banyak air dan lama kelamaan layu sebelum akhirnya mati.

B.     Macam-Macam Transpirasi

Ada tiga tipe transpirasi yaitu :

a.       Transpirasi Kutikula

Adalah evaporasi(penguapan) air yang tejadi secara langsung melalui kutikula epidermis. Kutikula daun secara relatif tidak tembus air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar 10 persen atau kurang dari jumlah air yang hilang melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang terjadi melalui stomata.

b.      Transpirasi Stomata

Adalah Sel-sel mesofil daun tidak tersusun rapat, tetapi diantara sel-sel tersebut terdapat ruang-ruang udara yang dikelilingi oleh dinding-dinding sel mesofil yang jenuh air. Air menguap dari dinding-dinding basah ini ke ruang-ruang antar sel, dan uap air kemudian berdifusi melalui stomata dari ruang-ruang antar sel ke atmosfer di luar. Sehingga dalam kondisi normal evaporasi membuat ruang-ruang itu selalu jenuh uap air. Asalkan stomata terbuka, difusi uap air ke atmosfer pasti terjadi kecuali bila atmosfer itu sendiri sama-sama lembab.

c.       Transpirasi Lentikuler

Lentisel adalah daerah pada kulit kayu yang berisi sel-sel yang tersusun lepas yang dikenal sebagai alat komplementer, uap air yang hilang melalui jaringan ini sebesar 0.1 % dari total transpirasi

C.  Mekanisme Transpirasi

Pada transpirasi, hal yang penting adalah difusi uap air dari udara yang lembab di dalam daun ke udara kering di luar daun. Kehilangan air dari daun umumnya melibatkan kekuatan untuk menarik air ke dalam daun dari berkas pembuluh yaitu pergerakan air dari sistem pembuluh dari akar ke pucuk, dan bahkan dari tanah ke akar. Ada banyak langkah dimana perpindahan air dan banyak faktor yang mempengaruhi pergerakannya.

Air diserap ke dalam akar secara osmosis melalui rambut akar, sebagian besar bergerak menurut gradien potensial air melalui xilem. Air dalam pembuluh xilem mengalami tekanan besar karena molekul air polar menyatu dalam kolom berlanjut akibat dari penguapan yang berlangsung di bagian atas. Sebagian besar ion bergerak melalui simplas dari epidermis akar ke xilem, dan kemudian ke atas melalui arus transportasi.

D.  Faktor Yang Mempengaruhi Transpirasi Tumbuhan

Kegiatan transpirasi dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor dalam ataupun faktor luar, antara lain :

1.    Faktor Dalam :

a.    Stomata : jumlah per satuan luas, letak/ lokasi stomata (permukaan bawah atau atas daun, timbul/ tenggelam), waktu bukaan stomata, banyak sedikitnya stomata, bentuk stomata

b.    Daun : warna daun (kandungan klorifil daun), posisinya menghadap matahari atau tidak, besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu di permukaan daun

1.    Faktor Luar :

·      Sinar matahari : sinar matahari menyebabkan membukanya stomata dan gelap menyebabkan tertutupnya stomata, jadi semakin tinggi intensitas sinar matahari yang diterima daun, maka kecepatan transpirasi akan semakin tinggi.

·      Temperatur : kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun, serta menambah tekanan uap di luar daun. Tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak terbatas, maka tekanan uap tidak akan setinggi tekanan yang terkurung di dalam daun. Akibatnya, uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas. Jadi semakin tinggi temperatur, kecepatan transpirasi akan semakin tinggi pula.

·      Kelembaban udara : udara yang basah akan menghambat transpirasi sedangkan udara yang kering akan memperlancar transpirasi.

·      Angin : angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung saling bertentangan terhadap laju transpirasi. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa angin cenderung untuk meningkatkan laju transpirasi, baik di dalam naungan atau cahaya, melalui penyapuan uap air. Akan tetapi, di bawah sinar matahari, pengaruh angin terhadap penurunan suhu daun, dengan demikian terhadap penurunan laju transpirasi, cenderung lebih penting daripada pengaruhnya terhadap penyingkiran uap air. Oleh karena itu dalam udara yang bergerak, besarnya lubang stomata mempunyai pengaruh lebih besar terhadap transpirasi daripada dalam udara tenang. Tetapi efek angin secara keseluruhan adalah selalu meningkatkan transpirasi.

·      Keadaan air di dalam tanah : air di dalam tanah ialah satu-satunya sumber yang pokok, dari mana akar-akar tanaman mendapatkan air yang dibutuhkannya. Laju transpirasi dapat dipengaruhi oleh kandungan air tanah dan laju absorbsi air dari akar. Pada siang hari, biasanya air ditranspirasikan dengan laju yang lebih cepat daripada penyerapannya dari tanah. Hal tersebut menimbulkan defisit air dalam daun. Pada malam hari akan terjadi kondisi yang sebaliknya, karena suhu udara dan suhu daun lebih rendah. Jika kandungan air tanah menurun, sebagai akibat penyerapan oleh akar, gerakan air melalui tanah ke dalam akar menjadi lebih lambat

BAB III

METODE

  1. Alat  Dan Bahan

Dalam percobaan untuk mengetahui laju transpirasi tumbuhan alat yang diperlukan diantaranya komputer metrik penguasa, Vernier interface komputer , selotip, Logger Pro , lampu 100watt, penggaris, silet, statip, penjepit, jarum suntik, erlenmeyer, pipa plastik dan kipas angin.

Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah tanaman yang digunting dan air.

  1. Cara Kerja

Disiapkan statip dan penjepit,  kemudian dirangkai  vernier interfece computer sesuai dengan petunjuk yang ada dalam buku petunjuk penggunaaan. Dimasukkan jarum suntik pada salah satu ujung dari pipa plastic, sedangkan ujung pipa plastic yang lain di masukkan ke dalam erlemnayer  yang telah diisi air, digunakan jarum suntik untuk menarik air sampai ke pipa hingga pipa plastic terisi air penuh dan pastikan tidak ada gelembung udara di dalamnya. Dikaitkan  klem plastic yang telah tersedia pada salah satu ujung pipa plastic dan ujung pipa yang lain dikaitkan dengan vernier interface computer. Disiapkan tanaman, kemudian dipotong  tanaman tersebut dengan menggunakan silet, setelah dipotong ditimbang  berat tanaman tersebut. Dimasukkan tanaman yang  telah dipotong  tadi pada ujung pipa plastic yang  telah dikaitkan dengan klem. Diposisikan pipa plastic tersebut membentuk huruf U yang di letakkan dengan penjepit yang ada pada statip. Disambungkan vernier interface computer pada computer  kemudian buka program loger pro yang sebelumnya telah diinstal terleih dahulu setelah itu dipanaskan selama 5 menit. Pengukuran dilakukan selama 15 menit untuk satu perlakuan dan diulangi untuk perlakuan yang lain dengan waktu yang sama.

Setelah diambil semua data transpirasi tanaman dengan perlakuan suhu ruang, angin dan cahaya, kemudian diolah data tersebut dengn menklik linier fit yang terdapat pada menu bar untuk meakukan regresi linier, sehingga akan muncul data eksperimen yaitu slope

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Hasil

Tabel  1

Percobaan Slope (kPa/min) Luas permukaan (cm2) Data terhitung

(kPa/min/cm2)Data terukur

(kPa/min/cm2)Transpirasi-0,003379250,80004-0,0001352

Perhitungan

data terhitung =beratluas permukaan

=20.00125  = 0.80004 kPa/min/cm2

Tabel 2

Data
Percobaan Data terukur

(kPa/min/cm2) Suhu-0,00004784Angin-0,00006932Cahaya-0,00013408

Perhitungan

data terukur=slopeluas permukaan

  • Suhu  dataterukur=-0.00119625  = -0.00004784 kPa/min/cm2
  • Angin dataterukur=-0.00173325  = -0.00006932 kPa/min/cm2
  • Cahaya dataterukur=-0.00335225  = -0.00013408 kPa/min/cm2

 

 

 

  1. Pembahasan

Pada percobaan pengukuran transpirasi tumbuhan dengan berbagai perlakuan yaitu transpirasi tumbuha pada suhu 27oC, dengan terpaan angin dan terpaan cahaya lampu diperoleh data yaitu tekanan air pada pipa plastik yang paling tinggi adalah tekanan pada transpirasi tumbuhan pada ruang bersuhu 27oC yaitu -0,00004784 lalu tekanan tertinggi kedua adalah pada transpirasi tumbuhan dengan suhu 27oC dengan terpaan angin yaitu -0,00006932 lalu yang terakhir adalah tekanan pada transpirasi tumbuhan dengan terpaan cahaya yaitu -0,00013408.

Dari data yang diperoleh dapat dilihat bahwa tekanan air paling tinggi yaitu pada ruang bersuhu 27oC dan terendah pada transpirasi tumbuhan dengan terpaan cahaya. Apabila semakin besar tekanan dalam air maka udara yang terdapat pada pipa plastic tersebut sedikit itu berarti air yang diserap oleh tumbuhan untuk melakukan transpirasi sedikit, sedangkan semakin kecil tekanan air itu berarti udara yang terdapat pada pipa plastic tersebut banyak itu berarti air yang diserap tanaman utuk ranspirasi banayak.

Sehingga dari data yang diperoleh laju transpirasi yang paling tinggi adalah pada tumbuhan yang dikenai sinar, kemudian tumbuhan yang dikenai angin lalu yan terakhir pada tumbuhan yang berada pada suhu 27oC dan tidak dikenai pengaruah apapun.

Data yang diperoleh sesuai dengan landasan teori yang ada yaitu bahwa temperature (suhu), angin dan cahaya mempengaruhi laju transpirasi. Sinar matahari menyebabkan membukanya stomata dan gelap menyebabkan tertutupnya stomata, jadi semakin tinggi intensitas sinar matahari yang diterima daun, maka kecepatan transpirasi akan semakin tinggi, kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun, serta menambah tekanan uap di luar daun. Tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak terbatas, maka tekanan uap tidak akan setinggi tekanan yang terkurung di dalam daun. Akibatnya, uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas. Jadi semakin tinggi temperatur, kecepatan transpirasi akan semakin tinggi pula, dan angin : angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung saling bertentangan terhadap laju transpirasi. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa angin cenderung untuk meningkatkan laju transpirasi.

Dari teori dan data yang diperoleh sesuai bahwa cahaya yang berpengaruh paling besar terhadap transpirasi, kemudian angin lalu suhu.

BAB V

KESIMPULAN

Dari data yang diperoleh dalam pengukuran laju transpirasi tumbuhan dapat disimpulkan bahwa suhu, angin dan cahaya berpengaruh pada laju transpirasi. Pengaruh yang paling tinggi pada transpirasi tumbuhan degan cahaya, disini dikarenakan cahaya dapan membukakan stomata sehingga proses penguapan terjadi lebih cepat, lalu yang tercepat kedua adalah transpirasi tumbuhan dengan angin karena angin dapat menyapu angin di permukaan daun sehingga transpirasi terjadi lebih cepat daripada saat keadaan normal lalu yang terakhir adalah suhu, semakin tinggi suhu maka semakin tinggi laju transpirasi begitu pula sebaliknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s